Apakah EfSD itu?
EfSD (Education for Sustainable Development) adalah sebuah pendekatan untuk pengajaran dan pembelajaran berdasarkan cita-cita dan prinsip-prinsip yang mendasari keberlanjutan - hak asasi manusia, pengentasan kemiskinan, mata pencaharian yang berkelanjutan, perdamaian, perlindungan lingkungan, demokrasi, kesehatan, biologi dan keragaman lanskap, perubahan iklim, kesetaraan gender, dan perlindungan adat budaya yang merupakan konsep pendidikan untuk pengembangan berkelanjutan. Konsep ini telah lama dikemukakan di dunia Internasional (UNESCO).
Siapakah pencetusnya?
EfSD pertama kali dicetuskan oleh Prof. Dr. Hans J. A. Van Ginkel, mantan rektor United Nations (UN) University dan Staf Ahli Sekjen PBB, berfokus pada “Climate Change Challenge” (C3) dan penindaklanjutan atas laporan-laporan masalah ke PBB, seperti masalah lingkungan, social. Dan lain-lain.
Apa peran EfSD?
Peran pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan (EfSD) adalah untuk membantu orang mengembangkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan untuk membuat keputusan untuk kepentingan diri sendiri dan orang lain, sekarang dan untuk masa depan, dan untuk bertindak atas keputusan tersebut.
Apa fungsi dan peranan EfSD?
Fungsi dan manfat EfSD adalah sebagai berikut :
1. Terbangunnya kapasitas komunitas/bangsa yang mampu membangun, mengembangkan, dan mengimplementasikan rencana kegiatan yang mengarah kepada sustainable development, yaitu kegiatan yang mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan ekosistem.
2. Mendidik manusia agar sadar tentang individual responsibility yang harus dikontribusikan, menghormati hak-hak orang lain, alam dan diversitas, dapat menentukan pilihan/keputusan yang bertanggungjawab, dan mampu mengartikulasikan semua itu dalam tindakan nyata.
3. Menumbuhkan komitmen untuk berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik, dunia yang lebih aman dan nyaman, baik sekarang maupun di masa mendatang.
Apa Saja Pilar-Pilar EfSD?
Menurut UNESCO (2005), EfSD menekankan pada tiga pilar, yaitu :
1. Perspektif sosial-budaya: hak-hak manusia, ketahanan perdamaian dan manusia, persamaan gender, keragaman budaya dan kesehatan, HIV/AIDS dan pemerintah.
2. Perspektif Lingkungan: sumber daya alam, perubahan iklim, perubahan pada tingkat desa, urbanisasi berkelanjutan dan pencegahan bencana dan mitigasi.
3. Perspektif Ekonomi: pengurangan kemiskinan, hubungan antara tanggung jawab dan akuntabilitas, dan ekonomi pasar.
Apa Tujuan Akhir dari EfSD?
Tahun 2005 – 2014 ditetapkan sebagai dasawarsa EfSD. Tujuan akhir dasawarsa ini ialah bahwa pendidikan pembangunan berkelanjutan haruslah menjadi lebih daripada sekedar sebuah semboyan. Akan tetapi menghasilkan kenyataan konkret bagi kita semua, perorangan, organisasi, pemerintahan dalam segala keputusan dan tindakan kita, sehingga terpenuhilah janji adanya sebuah planet yang berkelanjutan dan dunia yang lebih aman bagi anak, cucu, dan keturunan kita. Hal ini berarti pendidikan harus mampu menanggapi masalah-masalah sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan hidup yang kita hadapi dalam abad ke-21. Masyarakat merupakan sasaran yang harus dijangkau EfSD, unsur masyarakat mulai dari anak anak, remaja, dewasa sampai orang tua, laki-laki, perempuan, kelompok dan golongan masyarakat apapun adalah tempat EfSD ditanamkan dan disemaikan. EfSD harus diakarkan di masyarakat lokal karena dampak pembangunan berkelanjutan dan pembangunan tidak berkelanjutan dirasakan langsung di tingkat lokal.
Referensi:









0 komentar:
Posting Komentar